Dengan kesadaran bahwa kesehatan dan kesembuhan adalah milik Allah SWT, maka sudah selayaknya jika kita bermohon kesembuhan hanya kepada pemiliknya yang hakiki. Berharap kesembuhan atau suatu solusi total atas aneka ragam penyakit, baik lahir maupun bathin, acapkali dilakukan dengan cara yang cenderung membawa orang mengarah kepada perilaku syirik. Kita kerap lupa bahwa dokter, tabib, therapist dan lain sejenisnya hanyalah media atau perantara dan bukanlah penyembuh sebenarnya.
Allah SWT dalam memberikan karunia-Nya, berupa aneka nikmat, termasuk nikmat kesembuhan tentunya tidak serta merta turun tangan melainkan melalui sesuatu yang dihunjuknya sebagai media. Melalui Blog ini kami mencoba membedah suatu methode penyembuhan dengan kekuatan Do'a.
Pengalaman kita membuktikan, berapa banyak sudah orang yang lelah hilir mudik mencari kesembuhan lewat dokter, tabib, therapist dan sejenisnya, namun tak kunjung mendapatkan kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Kekeliruan yang paling fatal sesungguhnya berpangkal dari hilangnya kesadaran sipenderita tentang siapa yang memiliki kesembuhan sebenarnya. Semakin kita lupa, bisa dipastikan akan semakin jauh kesembuhan itu berada. Nah, mengapa tidak mencoba berharap kesembuhan dengan Do'a.
Masalahnya, bagaimana cara yang benar dalam berdo'a berharap kesembuhan itu. Banyak juga pengalaman diantara kita mengklaim sudah banyak berdo'a tapi hasilnya masih nol. Do'a bukanlah sekedar rangkaian kata meminta, memelas, mengharap bahkan sampai linangan airmata, karena semua rangkaian kata itu akan tidak berarti apa apa jika kita tidak tahu kepada siapa sebenarnya kita meminta.
Kami tidak bermaksud mengklaim bahwa kami tahu cara berobat yang paling benar, namun do'a hanya akan di ijabah setelah kita berusaha mengerjakan upaya upaya penyembuhan lalu kemudian kita berharap Ridho-Nya.
Silahkan konsultasikan penyakit yang mungkin selama ini mengidap baik pada diri lahir maupun bathin anda, kami akan coba berikan solusinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar